
Menyongsong Hari Perempuan Internasional: Wendy Koh Dorong Lebih Banyak Perempuan Menjadi Pemimpin di Sektor Teknologi
Menjelang Hari Perempuan Internasional 2026, perhatian terhadap peran perempuan dalam dunia profesional, khususnya di sektor teknologi, kembali mengemuka. Wendy Koh, Wakil Presiden Penjualan Asia Pasifik di Hitachi Vantara, berbagi pandangan dan pengalamannya dalam mendorong lebih banyak perempuan menempati posisi kepemimpinan di industri ini.
Menurut Wendy, transformasi digital dan adopsi kecerdasan buatan (AI) telah mengubah secara fundamental cara organisasi bersaing dan berkembang. Perubahan ini juga menuntut upaya lebih besar untuk menarik dan mempertahankan talenta terampil.
“Meskipun semakin banyak perempuan memasuki sektor teknologi, mendukung mereka saat bertransisi dari peran menengah menuju posisi kepemimpinan masih menjadi tantangan yang berkelanjutan. Hal ini особенно relevan di ekonomi digital yang berkembang pesat seperti Indonesia, di mana ekspansi digital yang cepat membuka peluang baru bagi pengembangan talenta dan pertumbuhan kepemimpinan,” ujarnya.
Wendy menekankan bahwa keberhasilan perempuan dalam naik ke posisi pimpinan tidak hanya soal kemampuan individu, tetapi juga tentang terciptanya peluang. Dari pengalamannya memimpin tim di berbagai negara Asia Pasifik, ia melihat bahwa mentoring saja tidak selalu cukup. Banyak perempuan berbakat yang tengah bertransisi menuju kepemimpinan tetap kurang terwakili, bukan karena kurangnya kemampuan, melainkan karena peluang untuk berkembang tidak secara aktif diberikan.
“Kemajuan yang bermakna terjadi ketika para pemimpin bersedia membuka percakapan karier secara terbuka dan memberikan kepercayaan kepada individu, bahkan sebelum mereka merasa sepenuhnya siap. Dengan begitu, mereka dapat melangkah ke peran yang lebih besar sambil tetap menerima bimbingan sepanjang perjalanan karier mereka,” kata Wendy.
Selain membuka peluang, Wendy juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan individu. Para pemimpin memiliki peran vital untuk membangun budaya di mana setiap orang merasa terdorong untuk menyampaikan pandangan mereka, mengembangkan kekuatan yang dimiliki, dan terus tumbuh. “Dengan demikian, organisasi dapat membangun tim yang lebih kuat dan tangguh untuk menghadapi masa depan,” tambahnya.
Dalam konteks Indonesia, pertumbuhan ekonomi digital yang cepat menghadirkan peluang unik untuk mengembangkan talenta lokal, termasuk perempuan. Sektor teknologi yang terus berkembang memerlukan kepemimpinan yang beragam agar inovasi dapat terus didorong. Menurut Wendy, dukungan dari pemimpin senior serta kesediaan untuk secara aktif menciptakan jalur karier bagi perempuan merupakan kunci untuk mengisi posisi kepemimpinan tersebut.
Hari Perempuan Internasional menjadi momentum bagi organisasi untuk meninjau kembali strategi pengembangan talenta dan memastikan bahwa perempuan memiliki akses yang setara menuju posisi strategis. Seperti diungkapkan Wendy Koh, langkah nyata dari pemimpin untuk membimbing, mempercayai, dan membuka peluang adalah fondasi yang memungkinkan perempuan tidak hanya bertahan di sektor teknologi, tetapi juga berkembang menjadi pemimpin masa depan.




