
Jakarta, 27 Februari 2026 – Industri makanan cepat saji berbasis street food di Indonesia menunjukkan dinamika yang konsisten dalam satu dekade terakhir. Di tengah persaingan yang padat, model franchise tetap menjadi pilihan menarik bagi calon pengusaha yang ingin memulai usaha dengan sistem yang telah teruji. Salah satu nama yang mencuri perhatian dalam kategori kebab adalah Corner Kebab, jaringan waralaba yang telah beroperasi sejak 2007 dan kini memiliki lebih dari 400 outlet aktif di berbagai wilayah Indonesia.
Jejak Pertumbuhan Corner Kebab di Industri F&B Nasional
Didirikan pertama kali di Pamulang, Tangerang Selatan, Corner Kebab berkembang dari satu gerai menjadi jaringan ratusan outlet di bawah pengelolaan PT Arlinda Putra. Ekspansi tersebut menunjukkan konsistensi model bisnis dan penerimaan pasar terhadap produk yang ditawarkan.
Pertumbuhan hingga ratusan outlet bukan hanya angka, tetapi mencerminkan struktur operasional yang telah distandarkan. Dalam industri waralaba makanan, keberhasilan ekspansi biasanya bergantung pada tiga faktor utama: sistem operasional, konsistensi kualitas produk, dan dukungan kepada mitra. Corner Kebab memposisikan diri dengan pendekatan tersebut melalui pelatihan, SOP, serta pendampingan setelah pembukaan gerai.
Skema Franchise dengan Sistem Terstruktur
Model Kemitraan Mandiri
Salah satu skema yang ditawarkan adalah Franchisee Mandiri, yang dirancang bagi mitra yang ingin terlibat langsung dalam pengelolaan usaha. Model ini memberi ruang bagi pengusaha untuk mengontrol operasional harian, dengan tetap berada dalam kerangka standar brand.
Dukungan Operasional dan Teknis
Dalam informasi resmi yang dipublikasikan, beberapa dukungan yang diberikan kepada mitra meliputi:
- Pelatihan awal untuk operasional gerai dan pengelolaan karyawan
- Standar operasional prosedur (SOP) terstruktur
- Pendampingan saat pembukaan outlet
- Sistem POS dan pencatatan penjualan
- Dukungan promosi dan pemasaran digital
Pendekatan ini menjadi penting dalam industri makanan cepat saji, karena konsistensi rasa dan layanan menentukan loyalitas pelanggan. Standarisasi bahan baku dan sistem operasional memungkinkan brand menjaga kualitas di berbagai lokasi.
Ragam Menu yang Disesuaikan dengan Pasar Lokal
Dari sisi produk, Corner Kebab menggabungkan konsep kebab Timur Tengah dengan preferensi rasa masyarakat Indonesia. Menu yang ditawarkan cukup variatif, mencakup:
Produk Utama
- Supreme Kebab
- Jumbo Beef Kebab
- Jumbo Chicken Kebab
- Kids Kebab
Selain kebab, tersedia pula burger dan shawarma untuk menjangkau segmen konsumen yang lebih luas. Variasi ukuran dan pilihan protein memberi fleksibilitas harga dan segmentasi pasar, mulai dari pelajar hingga keluarga.
Distribusi produk juga diperluas melalui platform layanan pesan antar seperti GoFood dan GrabFood, yang membantu menjangkau konsumen urban dengan mobilitas tinggi.
Daya Tarik Bisnis di Tengah Persaingan
Dalam lanskap bisnis F&B Indonesia, franchise kebab memiliki keunggulan dari sisi model gerai yang relatif ringkas dan fleksibel. Corner Kebab menempatkan diri sebagai opsi bisnis dengan investasi yang lebih terjangkau dibandingkan banyak jaringan restoran cepat saji besar, disertai sistem pendampingan yang telah berjalan hampir dua dekade.
Bagi calon investor atau pelaku usaha yang mempertimbangkan ekspansi di sektor makanan cepat saji, keberadaan jaringan dengan ratusan outlet aktif menjadi indikator keberlanjutan model bisnis. Corner Kebab menghadirkan pendekatan tersebut melalui kombinasi produk populer, sistem operasional baku, serta dukungan teknologi penjualan.
Informasi lebih lanjut mengenai profil perusahaan, menu, dan program kemitraan dapat diakses melalui situs resmi di https://cornerkebabonline.com/.





