Jakarta, 12 Januari 2026 – Dalam rangka menjaga kontinuitas konektivitas nasional dan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga secara konsisten melaksanakan program preservasi jaringan jalan strategis. Salah satu fokus utama tahun ini adalah penanganan berkelanjutan pada Ruas Sp. Blusuh–Sp. 3 Damai–Barong Tongkok–Mentiwan (Sendawar) di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, sebagai penghubung vital antara Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Bapak Dody Hanggodo, menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan infrastruktur jalan yang laik fungsi dan berdaya tahan. “Ruas Sp. Blusuh–Sendawar memiliki peran krusial sebagai urat nadi perekonomian dan mobilitas masyarakat. Kami memastikan penanganannya dilakukan secara terencana, bertahap, dan berkelanjutan, agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal dalam jangka panjang,” ujar Menteri Dody.

Kegiatan preservasi ini dilaksanakan dengan pendekatan komprehensif melalui skema Multi Years Contract (MYC) untuk periode tahun anggaran 2025 hingga 2027. Cakupan pekerjaan dirancang secara holistik, meliputi:
- Pemeliharaan rutin jalan sepanjang 15,94 km dan kondisi jalan sepanjang 24,36 km.
- Rehabilitasi minor jalan sepanjang 2,44 km dan rehabilitasi mayor sepanjang 17,21 km.
- Rekonstruksi jalan sepanjang 4,05 km.
- Pemeliharaan rutin jembatan sepanjang 291,2 m dan pemeliharaan berkala jembatan sepanjang 234,6 m.

Evaluasi di lapangan mengidentifikasi bahwa tingginya intensitas kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang tidak terkendali menjadi faktor dominan penyebab kerusakan di beberapa titik ruas jalan tersebut. Menyikapi hal ini, Kementerian PU tidak hanya fokus pada perbaikan fisik, tetapi juga memperkuat aspek pengawasan dan penertiban.

Kepala Balai Bina Marga BBPJN Kalimantan Timur, Bapak Yudi Hardiana, menyatakan bahwa pendekatan lintas sektor menjadi kunci keberhasilan. “Koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kutai Barat telah kami intensifkan sejak awal. Bersamaan dengan pelaksanaan preservasi, kami juga aktif mendorong sinergi dengan Kepolisian dan instansi perhubungan terkait untuk penguatan pengawasan dan penertiban kendaraan ODOL, sebagai langkah preventif agar kerusakan serupa tidak terulang pasca-penanganan,” jelas Yudi.

Komitmen ini mencerminkan strategi Kementerian PU yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan dan pemulihan, tetapi juga pada perlindungan dan keberlanjutan investasi infrastruktur, demi mendukung kelancaran logistik, keamanan perjalanan, dan kesejahteraan masyarakat.
Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.





