WUSS Luncurkan “Three Years of Wonder and Pain in a Boundless March” feat. Siddha (Skandal): Hasil Dari Tiga Tahun Tumbuh Kembang Yang Penuh Luka Dan Anugerah


wuss and Siddha 2026 by Haum Entertainment

MALANG, 27 Maret 2026 – WUSS, band indie-rock asal Malang yang beranggotakan Sabiella Maris (vokal/gitar), Brilyan Pratama (vokal/gitar), Rara Harumi (bass), dan Rufa Hidayat (drum), kembali menggebrak skena musik tanah air dengan rilisan terbaru mereka. Kali ini, mereka menghadirkan single berjudul “Three Years of Wonder and Pain in a Boundless March” yang turut menggandeng Yogha Prasiddhamukti, vokalis asal Yogyakarta yang akrab disapa Siddha, sebagai guest vocal untuk memperkaya warna emosional lagu. Single ini dan satu single lagi setelahnya menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju album penuh perdana WUSS yang direncanakan rilis pada kuartal kedua tahun 2026.

Tiga tahun terakhir menjadi fondasi utama single ini, sebuah perjalanan panjang yang membentuk diri lewat berkat, kebingungan, kehilangan, dan pertumbuhan yang tak mudah dijelaskan. Ada cahaya seperti silver skies, tapi juga keraguan diam-diam, kelelahan yang tak kasatmata, serta kehilangan yang datang tanpa peringatan. Badai datang tiba-tiba, hubungan berubah, jembatan terbakar hingga tak bisa kembali ke tempat yang sama. Beberapa pelajaran terasa adil, sebagian tidak, namun semuanya meninggalkan jejak yang mematangkan.

Read More

“Kalau dibilang momen paling berat dan paling indah, jujur selama tiga tahun itu semuanya campur jadi satu mixed feeling banget. Ada banyak hal yang terjadi, tapi mungkin nggak bisa aku ceritakan secara gamblang. Yang jelas, di satu fase aku sempat merasa dihadapkan dengan masalah yang belum pernah aku alami sebelumnya, dan itu cukup berat. Tapi di saat yang sama, justru di situ aku juga ngerasain “keindahan” yang berbeda aku masih dikasih kekuatan untuk jalani semuanya, dan masih dikelilingi hal-hal baik. Ada teman, pekerjaan, kesehatan, hal-hal yang mungkin kelihatannya kecil, tapi ternyata sangat berarti. Dari situ aku jadi sadar, justru hal-hal sederhana itu yang paling mahal dan nggak tergantikan. Itu yang akhirnya kebawa juga ke dalam lagu ini,” ujar Brilyan

“Kalau based on true story, ada pengalaman nyata pastinya. Kebetulan beberapa personil juga pernah merasakan hal yg sama,” tambah Brilyan

Lagu ini lahir dari upaya memahami perjalanan tersebut, sebuah refleksi bahwa rasa sakit dan kebahagiaan bisa berjalan berdampingan, dan pertumbuhan kerap datang melalui kehilangan. Tak semua pertanyaan menemukan jawaban, dan di sanalah kedewasaan mulai tumbuh. Part “March” dalam lagu ini bukan soal kemenangan besar, melainkan simbol langkah pelan namun konsisten: keputusan untuk tetap melangkah meski arah belum jelas, berdiri meski takut, dan terus bergerak meski hati belum pulih sepenuhnya.

“Menurutku, menerima itu adalah menjadi apa adanya, pasrah. Dan itu energi yang coba kusampaikan ketika aku dikasih kesempatan nyanyiin lagu ini. Nggak dipikir kebanyakan, it is what it is kind of stuff, meskipun ada sedikit pressure buat ngasih melodi vokal yang pas di beberapa part—Wuss adalah salah satu band favoritku di Indonesia sekarang, jadi aku nggak mau ngecewain mereka yang udah ngasih kesempatan aku buat ikut terlibat—tapi tanpa mengurangi emosi dan rasa lagunya. Aku selalu suka lagu upbeat yang powerful tapi dengan lirik melankolis, dan aku mencoba men-deliver rasa in-between itu dengan vokalku di sini,” tutur Siddha 

Pada akhirnya, lagu ini tidak menawarkan solusi. Ia menawarkan penerimaan. Bahwa hidup tidak selalu harus dimengerti untuk bisa dijalani. Bahwa tiga tahun yang dipenuhi badai dan cahaya itu bukan untuk disesali, melainkan untuk diakui sebagai bagian dari diri.

Lagu ini ditulis sepenuhnya oleh Sabiella Maris, baik dari segi Lagu maupun lirik. Dalam single kedua ini, mereka juga menghadirkan vokal tamu Yogha Prasiddhamukti (Siddha) vokalis dari band Skandal (Yogyakarta) yang memberikan warna vokal yang kuat dan emosional pada lagu ini. Proses produksi single ini berlangsung cukup cepat, terutama pada tahap mixing dan mastering. Namun, komunikasi dengan Sida membutuhkan waktu lebih lama karena ia mengambil bagian rekaman di Niskala Studio, Yogyakarta. Hal ini menuntut ekstra usaha dalam koordinasi untuk memastikan proses pengiriman dan pengerjaan lagu berjalan lancar selama masa rekaman.


“Proses mixing mastering sih lumayan cepat, cuma komunikasi sama Sida agak lama soalnya dia take di Niskala Studio Jogja, jadi perlu effort ekstra buat koordinasi ngirim lagunya pas rekaman,” jelas Sabiella.

Single “Three Years of Wonder and Pain in a Boundless March” ini menjadi rilisan penting di 2026 sebelum satu single lagi hingga akhirnya WUSS melepas album penuh mereka yang dijadwalkan rilis pada Q2 2026. Single ini kini telah tersedia untuk didengarkan di seluruh platform digital (DSP) dan dapat diakses melalui Bandcamp Haum Entertainment. Dengarkan langsung, rasakan perjalanan emosionalnya, dan biarkan lagu ini menemani langkahmu—karena sebelum album penuh tiba, “March” adalah pengingat bahwa proses tetap berjalan, meski perlahan.-WUSS edited by Haum Entertainment-

artwork by iqbal febrian

LINK STREAMING:

BANDCAMP: https://haumrecords.bandcamp.com/track/single-wuss-three-years-of-wonder-and-pain-in-a-boundless-march-feat-yogha-prasiddha

LINK TREE DSP: https://bfan.link/three-years-of

Related posts

Leave a Reply