
22 Mei 2026 – Perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat, Advanced Micro Devices atau AMD, resmi mengumumkan langkah terbaru mereka dalam pengembangan komputasi kecerdasan buatan (AI) melalui pembukaan pre-order platform pengembang Ryzen AI Halo serta peluncuran prosesor Ryzen AI Max PRO 400 Series untuk segmen AI PC komersial dan workstation. Pengumuman tersebut disampaikan menjelang rangkaian pembaruan teknologi yang dijadwalkan hadir dalam ajang Computex 2026.
Langkah ini menandai semakin seriusnya persaingan industri semikonduktor dalam membangun ekosistem AI lokal atau on-device AI, yakni teknologi yang memungkinkan model kecerdasan buatan dijalankan langsung pada perangkat tanpa ketergantungan penuh pada pusat data cloud.
Dalam pengumumannya, AMD menempatkan platform Ryzen AI Halo sebagai fondasi baru untuk pengembangan AI lokal berskala besar. Platform ini dirancang khusus bagi pengembang, peneliti, serta perusahaan yang membutuhkan kemampuan menjalankan model AI secara langsung di perangkat dengan kapasitas memori besar dan performa tinggi.
Ryzen AI Halo hadir dengan dukungan hingga 128GB unified memory dan diklaim mampu menjalankan model AI hingga 200 miliar parameter. AMD menyebut pendekatan unified memory memungkinkan CPU, GPU, dan AI accelerator berbagi sumber daya memori secara efisien, sebuah pendekatan yang dinilai penting untuk menjalankan model bahasa besar atau large language model (LLM) modern.
Platform pengembang tersebut akan tersedia secara eksklusif melalui jaringan ritel teknologi Micro Center, dengan periode pre-order dimulai pada Juni 2026. Kehadiran platform ini memperlihatkan strategi AMD untuk mendorong pengembangan AI lokal langsung dari desktop atau workstation berukuran ringkas, tanpa harus bergantung pada infrastruktur server berskala besar.
Selain platform pengembang, AMD juga memperkenalkan lini prosesor Ryzen AI Max PRO 400 Series yang ditujukan bagi AI PC komersial dan workstation profesional. Seri ini menjadi bagian dari upaya AMD memperluas pasar AI PC yang saat ini berkembang pesat di kalangan perusahaan dan sektor profesional.
Ryzen AI Max PRO 400 Series menawarkan kemampuan AI processing hingga 55 NPU TOPS, metrik yang umum digunakan untuk mengukur kemampuan pemrosesan AI pada neural processing unit (NPU). AMD juga menyematkan dukungan hingga 192GB unified memory, kapasitas yang jauh lebih besar dibandingkan mayoritas laptop maupun workstation AI konvensional saat ini.
Menurut AMD, konfigurasi tersebut memungkinkan sistem menjalankan model AI hingga 300 miliar parameter secara lokal. Kemampuan tersebut menjadi sorotan karena model dengan ukuran ratusan miliar parameter umumnya membutuhkan infrastruktur GPU server kelas data center dengan konsumsi daya tinggi dan biaya operasional besar.
Dengan pendekatan baru ini, AMD tampak ingin memperluas penggunaan AI lokal di lingkungan kerja profesional, termasuk untuk pengembangan model bahasa, otomatisasi berbasis AI, analisis data, hingga agentic AI atau sistem AI yang dapat menjalankan tugas secara mandiri.
Perusahaan juga mengungkapkan bahwa sistem berbasis Ryzen AI Max PRO 400 Series dari produsen perangkat seperti HP dan Lenovo direncanakan mulai hadir pada kuartal ketiga 2026.
Pengumuman AMD ini mencerminkan arah baru industri komputer personal yang kini semakin terfokus pada integrasi AI langsung ke perangkat pengguna. Jika sebelumnya sebagian besar pemrosesan AI dilakukan di cloud, tren terbaru menunjukkan pergeseran menuju AI lokal demi meningkatkan privasi data, efisiensi, serta respons komputasi secara real-time.
AMD juga memanfaatkan momentum meningkatnya kebutuhan perangkat AI di tengah kompetisi ketat industri semikonduktor global. Dalam beberapa tahun terakhir, produsen chip berlomba menghadirkan solusi AI terintegrasi, baik melalui CPU, GPU, maupun NPU khusus untuk menangani beban kerja machine learning dan generative AI.
Kehadiran Ryzen AI Halo dan Ryzen AI Max PRO 400 Series menunjukkan AMD tidak hanya membidik pasar konsumen umum, tetapi juga pengembang AI, perusahaan teknologi, hingga kalangan profesional yang membutuhkan kemampuan komputasi AI tingkat lanjut langsung dari perangkat lokal.
Rangkaian pengumuman tersebut diperkirakan menjadi pembuka sebelum AMD memaparkan strategi AI yang lebih luas dalam Computex 2026, salah satu pameran teknologi terbesar di dunia yang selama ini menjadi panggung utama berbagai inovasi PC dan semikonduktor.





