Jakarta, 27 Maret 2026 – Setelah Lebaran usai, banyak keluarga di Indonesia menghadapi situasi yang sama: asisten rumah tangga (ART) masih berada di kampung halaman. Rutinitas dapur yang biasanya terbantu kini harus ditangani sendiri, di tengah aktivitas yang berangsur kembali, mulai dari kembali ke kantor, membereskan rumah, hingga menata ulang ritme harian keluarga.
Dalam situasi seperti ini, produk makanan praktis dengan daya simpan yang baik dan mudah diolah serta bernutrisi dapat menjadi solusi untuk membantu kebutuhan makan keluarga tetap terpenuhi, tanpa harus menghabiskan banyak waktu di dapur. Di balik kepraktisannya, sejumlah produk ini juga lahir dari tangan pelaku UMKM perempuan yang terus mengembangkan usahanya lewat inovasi produk dan pemahaman atas kebutuhan konsumen sehari-hari.
Berikut tiga produk lokal yang bisa menjadi andalan selama masa transisi selepas Lebaran.
- Abon praktis dengan daya simpan panjang


Keterangan Foto: Bonpy (abon crispy) yang didirikan oleh Bella Citra Ananda
Sebagai lauk siap santap, abon menjadi salah satu pilihan paling praktis ketika waktu memasak terbatas. Bonpy menghadirkan abon khas Lombok dengan cita rasa autentik dan kemasan modern yang memudahkan penyimpanan. Produk ini dapat digunakan sebagai pelengkap nasi, isian roti, hingga taburan pada berbagai hidangan sederhana. Dengan daya simpan yang relatif panjang dan tidak memerlukan pengolahan tambahan, abon menjadi solusi praktis untuk stok dapur harian.
- Bawang goreng pelengkap masakan yang instan digunakan


Keterangan Foto: KUKEBI yang didirikan oleh Yesi Endah Sundasari
Bawang goreng sering menjadi elemen sederhana yang dapat meningkatkan cita rasa berbagai hidangan. KUKEBI menghadirkan bawang goreng kemasan dengan tekstur renyah dan aroma yang kuat, siap digunakan tanpa perlu menggoreng ulang. Produk asal Garut ini dapat ditaburkan pada nasi, sup, mi instan, hingga lauk sederhana, sehingga membantu mempercepat penyajian makanan tanpa mengorbankan rasa.
- Snack and frozen food untuk stok makanan siap olah


Keterangan Foto: Maryam Snack and Frozen yang didirikan oleh Astri Isnaini
Makanan beku menjadi pilihan utama bagi banyak keluarga ketika kebutuhan dapur harus berjalan cepat dan efisien. Maryam Snack and Frozen adalah UMKM dari Jakarta yang menyediakan berbagai camilan dan lauk yang dapat langsung digoreng atau dipanaskan. Dengan daya simpan yang panjang di freezer, produk frozen memungkinkan keluarga menyiapkan makanan di dapur dalam waktu yang cukup singkat, hanya tinggal digoreng.
Ketiga produk di atas menunjukkan bagaimana UMKM lokal dapat hadir sebagai bagian dari solusi kebutuhan sehari-hari masyarakat, termasuk pada masa transisi setelah Lebaran. Seluruh UMKM tersebut juga merupakan pemenang SisBerdaya dan DisBerdaya tahun 2025, program pemberdayaan perempuan dan perempuan disabilitas yang diinisiasi oleh DANA, yang mencerminkan potensi produk sekaligus kesiapan usaha mereka untuk terus berkembang dan inklusif. Meskipun berbasis di luar kota, produk-produk ini tetap dapat dipesan dan dikirim ke seluruh Indonesia, dengan proses pembayaran yang semakin praktis melalui QRIS karena para pelaku usaha telah tergabung dalam DANA Bisnis.
“Momentum setelah Lebaran sering kali menghadirkan tantangan bagi keluarga, termasuk kebutuhan akan solusi praktis di rumah. Melalui program SisBerdaya dan DisBerdaya, kami melihat banyak pelaku UMKM perempuan yang mampu menghadirkan produk berkualitas dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat,” ujar Olavina Harahap, Director of Communications DANA Indonesia.
Pemenang SisBerdaya dan DisBerdaya menunjukkan potensi besar untuk terus berkembang, sehingga dukungan terhadap produk mereka tidak hanya membantu kebutuhan konsumen, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM perempuan di Indonesia. Pada akhirnya, masa transisi setelah Lebaran hanya bersifat sementara. Namun, dengan memilih produk yang praktis dan mudah diolah, keluarga tetap dapat menjaga kebutuhan makan sehari-hari tanpa harus menghabiskan banyak waktu di dapur. Kehadiran produk UMKM lokal yang inovatif juga menunjukkan bahwa solusi sederhana untuk rumah tangga dapat datang dari pelaku usaha di sekitar kita.





