
Rumah produksi asal Bali, Film Roxx, mencatat pencapaian di kancah internasional lewat film dokumenter Echoes from the Land of the Dragon. Film yang disutradarai Aditya Ryandana ini berhasil meraih penghargaan Best Ethnography dalam ajang ART & TUR International Tourism Film Festival 2026.
Echoes from the Land of the Dragon mengangkat keindahan alam, kekayaan budaya, serta kehidupan masyarakat Flores, khususnya kawasan Labuan Bajo. Film ini mengajak penonton melihat Flores lebih dari sekadar destinasi wisata, lewat sajian panorama alam, kekayaan kehidupan laut, dan tradisi leluhur yang mencerminkan hubungan masyarakat dengan lingkungan sekitarnya.
Tayang di Festival Portugal
ART & TUR International Tourism Film Festival 2026 berlangsung pada 27-30 Oktober 2026 di Ovar, Portugal, dan menjadi ruang bagi karya audio visual bertema pariwisata dari berbagai negara untuk menjangkau audiens internasional. Pada penyelenggaraan tahun ini, Echoes from the Land of the Dragon masuk dalam program resmi dan ditayangkan pada 28 Oktober 2026 di Session #7, berdampingan dengan karya-karya dari Taiwan, Slovenia, Meksiko, dan Spanyol.
Aditya Ryandana, sutradara film tersebut, mengatakan karyanya dibuat untuk memperkenalkan keindahan Labuan Bajo kepada dunia sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga alam, satwa liar, dan tradisi budaya Indonesia. Menurutnya, film ini bukan sekadar karya untuk berkompetisi, tetapi juga ajakan untuk peduli dan melindungi warisan yang dimiliki.
Melalui pencapaian ini, Film Roxx berharap dapat terus menghasilkan karya yang memperluas cara audiens memandang suatu destinasi, sekaligus mengingatkan bahwa keindahan alam dan kekayaan budaya tidak hanya untuk dinikmati, melainkan juga harus dijaga agar dapat diwariskan ke generasi mendatang.
Catatan Redaksi. Ethnography atau etnografi adalah pendekatan dokumenter yang menyoroti cara hidup, tradisi, dan relasi sosial suatu masyarakat secara mendalam, berbeda dari film wisata biasa yang hanya menonjolkan pemandangan. Kategori Best Ethnography dalam festival film pariwisata biasanya diberikan untuk karya yang berhasil menampilkan dimensi budaya dan manusia di balik sebuah destinasi, bukan sekadar keindahan visualnya.
Sumber: Film Roxx.





