
Seorang mahasiswi Program Studi Visual Communication Design BINUS @Bandung bernama Elvina membagikan pengalamannya mengikuti program Study Abroad di Kangwon National University (KNU), Chuncheon Campus, Korea Selatan. Program yang diikuti pada Spring Semester 2026 ini menjadi salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan kuliahnya.
Elvina mengaku sudah lama ingin belajar di luar negeri untuk memperluas wawasan dan mengenal lingkungan baru. Kesempatan itu akhirnya ia ambil pada semester enam dengan mendaftar program pertukaran pelajar ke Korea Selatan. Ia memilih KNU karena lingkungan belajarnya dinilai mendukung pengembangan mahasiswa, baik dari sisi akademik maupun non-akademik, lengkap dengan fasilitas dan program khusus bagi mahasiswa internasional.
Belajar Mandiri di Negeri Orang
Selama program berlangsung, Elvina menghadapi berbagai tantangan yang menuntutnya untuk lebih mandiri, termasuk menyelesaikan berbagai urusan sehari-hari tanpa bantuan keluarga. Ia menilai pengalaman tersebut justru membentuknya menjadi pribadi yang lebih tangguh.
“Belajar di luar negeri mengajarkan saya bahwa tidak apa-apa untuk menghadapi kesulitan dan belajar bertumbuh melalui proses tersebut. Setiap tantangan membantu saya menjadi pribadi yang lebih kuat, sekaligus memberikan banyak pelajaran berharga,” ujar Elvina.
Pengalaman Budaya yang Memperkaya Kreativitas
Di luar bangku kuliah, Elvina mencicipi kuliner lokal, mengerjakan tugas presentasi dalam Bahasa Korea, serta menjelajahi beberapa kota di Korea Selatan menggunakan transportasi umum bersama teman-teman dari berbagai negara. Baginya, pengalaman lintas budaya itu turut memperkaya perspektif visual dan proses berpikirnya sebagai mahasiswa desain komunikasi visual.
Ia menilai kesempatan tersebut tidak terlepas dari dukungan BINUS @Bandung yang mendorong mahasiswanya mengembangkan pengalaman akademik maupun internasional. Program study abroad semacam ini, menurutnya, membuka wawasan global yang penting untuk bekal di dunia profesional ke depan.
Catatan Redaksi. Program study abroad seperti ini umumnya berjalan lewat perjanjian kerja sama antaruniversitas, sehingga mata kuliah yang diambil di kampus mitra bisa diakui dan ditransfer ke nilai akademik di kampus asal, bukan sekadar kunjungan belajar singkat. Pola ini lazim disebut pertukaran pelajar atau student exchange, salah satu bentuk kerja sama internasionalisasi pendidikan tinggi yang juga didorong lewat program nasional seperti Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA).
Sumber: BINUS @Bandung.





