
PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) menilai perkembangan artificial intelligence (AI) membuka peluang baru bagi industri perbankan untuk menghadirkan layanan yang lebih relevan bagi nasabah. Setelah transformasi digital mempermudah akses layanan perbankan, BNC menyebut AI berpotensi mengubah cara bank memahami kebutuhan nasabah, mengelola risiko, hingga meningkatkan efisiensi operasional.
Adrian Soewardjo, Direktur Operasional dan Teknologi Informasi BNC, mengatakan pihaknya terus mempelajari perkembangan AI sembari mempertimbangkan kesiapan teknologi, keamanan, tata kelola, dan kebutuhan nasabah sebelum menerapkannya. Menurutnya, salah satu arah perkembangan yang menarik diperhatikan adalah pergeseran dari layanan yang bersifat responsif menuju layanan yang lebih prediktif, dengan tetap menjaga privasi dan persetujuan nasabah.
Bukan Sekadar Chatbot
BNC menegaskan bahwa pemanfaatan AI di sektor perbankan tidak terbatas pada generative AI atau chatbot. Teknologi ini juga berpotensi dipakai untuk mengenali pola, mendukung analisis, deteksi kecurangan (fraud detection), manajemen risiko, penilaian kredit, kepatuhan, hingga pengembangan produk baru. Perkembangan agentic AI, yang memungkinkan sistem menjalankan sejumlah proses berdasarkan parameter dan kewenangan tertentu, juga mulai menjadi perhatian karena membawa kebutuhan pengawasan dan audit yang lebih ketat.
Adrian menambahkan bahwa semakin besar kemampuan sebuah teknologi, semakin besar pula kebutuhan untuk memastikan penggunaannya tepat. Ia menyebut kualitas data, keamanan, tata kelola, dan pengawasan manusia (human oversight) sebagai elemen yang tetap krusial di tengah eksplorasi pemanfaatan AI oleh industri keuangan.
Mengacu Kerangka OJK
BNC mengaitkan pandangannya dengan Kerangka Tata Kelola Kecerdasan Artifisial Perbankan Indonesia yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2025, yang menegaskan pentingnya tata kelola dan manajemen risiko dalam penerapan AI di sektor perbankan. Perseroan juga memandang bahwa di tengah otomatisasi, peran manusia tetap penting dalam hal penilaian, empati, dan pemahaman konteks nasabah.
Ke depan, BNC menyatakan akan terus mengikuti dan mempelajari perkembangan AI secara bertahap dan bertanggung jawab, seiring dengan kesiapan teknologi dan manfaat nyata yang dapat diberikan kepada nasabah.
Catatan Redaksi. Agentic AI yang disebut dalam artikel berbeda dari chatbot karena sistem ini bisa menjalankan tindakan atau proses secara otomatis berdasarkan aturan dan kewenangan tertentu, bukan hanya menjawab pertanyaan, sehingga pengawasan manusia menjadi lebih penting untuk memastikan hasilnya tetap sesuai. Kerangka Tata Kelola AI Perbankan yang dirujuk BNC adalah panduan dari OJK pada 2025 yang menetapkan prinsip manajemen risiko dan tata kelola bagi bank yang mulai memakai AI.
Sumber: PT Bank Neo Commerce Tbk.





