
Halo Robotics, perusahaan drone dan robotika enterprise, resmi menjadi distributor tunggal produk XGRIDS di Indonesia. XGRIDS merupakan pengembang pemindai LiDAR genggam dan perangkat lunak spatial intelligence asal luar negeri yang kini memasarkan tiga lini produk utama melalui Halo Robotics, yakni pemindai genggam Lixel L3, Lixel K2, serta kamera spasial PortalCam.
Lixel L3 menjadi produk unggulan dengan akurasi relatif hingga 5 milimeter, dan baru diperkenalkan secara global pada ajang INTERGEO 2026 di bulan September. Sementara itu, Lixel K2 yang lebih ringan dengan bobot sekitar 1,2 kilogram cocok untuk kebutuhan perekaman berulang di berbagai lokasi dengan akurasi relatif 1 sentimeter. Adapun PortalCam dirancang khusus untuk menghasilkan visual 3D realistis, misalnya untuk presentasi properti dan tur virtual, bukan untuk pengukuran teknis.
Untuk Sektor Tambang hingga Konstruksi
Menurut Johannes Soekidi, Managing Director Halo Robotics, kebutuhan data 3D yang akurat sangat tinggi di sektor pertambangan, konstruksi, dan rekayasa di Indonesia. Teknologi pemindaian genggam XGRIDS memungkinkan satu operator merekam lokasi hanya dengan berjalan kaki, lalu mengekspor hasilnya ke format yang langsung dapat dipakai tim rekayasa, arsitektur, maupun survei. Data yang sama juga berpotensi dimanfaatkan sebagai peta navigasi bagi robot darat berbasis AI.
Sunny Liao, Direktur Penjualan dan Pemasaran Internasional XGRIDS, menambahkan bahwa Lixel L3 dirancang untuk menghasilkan akurasi tingkat milimeter yang datanya dapat langsung diintegrasikan ke dalam Building Information Modelling (BIM). Ia menilai sektor tambang dan infrastruktur di Indonesia menjadi pasar strategis, dan Halo Robotics dinilai memiliki tim teknis serta basis klien enterprise yang memadai untuk mendukung penggunaan produk XGRIDS di dalam negeri.
Selain pertambangan dan konstruksi, teknologi ini juga ditawarkan untuk kebutuhan survei, pabrik industri, hingga perkebunan dan kehutanan. Pemindaian genggam ini diklaim saling melengkapi dengan layanan survei udara berbasis drone yang juga disediakan Halo Robotics, karena keduanya menghasilkan data point cloud dalam format yang sama sehingga dapat digabungkan dalam satu proyek. Produk XGRIDS kini dapat diperoleh melalui Halo Robotics dan jaringan resellernya di seluruh Indonesia.
Catatan Redaksi. LiDAR genggam memancarkan laser untuk mengukur jarak ke permukaan sekitarnya sambil operator berjalan, lalu menyusun titik-titik itu menjadi model 3D yang disebut point cloud. Akurasi milimeter berarti selisih ukurnya sangat kecil, sehingga datanya bisa langsung dipakai dalam BIM, metode pemodelan bangunan digital yang memuat detail dimensi untuk perencanaan konstruksi. Data ini disebut melengkapi pemetaan udara berbasis drone karena formatnya sama, sehingga hasil dari darat dan udara bisa digabung dalam satu model.
Sumber: Halo Robotics.





