
Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan individual pelaku usaha. Kolaborasi, transfer pengetahuan, dan keterhubungan dengan jejaring pasar menjadi kunci membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Director of Stakeholder Relations and Sustainability PT HM Sampoerna Tbk, Romulus Sutanto, dalam Bootcamp UMKM Untuk Indonesia (UUI) 2026 bertema “Kita Mau Kita Bisa, Menembus Batas, Membuka Pasar Global” yang digelar di Jakarta pada 29-30 September 2026. Acara yang diselenggarakan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) ini melibatkan lebih dari 180 UMKM binaan serta 50 pelaku usaha Jakpreneur dari seluruh Indonesia.
Baca juga:
- 5 Ide Bisnis UMKM Omzet Miliaran: Contoh dari Binaan Sampoerna
- Kiat UMKM Tembus Pasar Ekspor 2026: Syarat yang Harus Dipenuhi
Jejaring Pembinaan yang Meluas
Sejak berdiri pada 2007, SETC tercatat telah melatih lebih dari 108.000 pengusaha UMKM, termasuk memfasilitasi penetrasi ekspor ke berbagai negara melalui pameran dagang internasional seperti China International SME Fair dan Jakarta International Investment, Trade, Tourism and SMEs Expo. Ekosistem ini juga diperkuat oleh Sampoerna Retail Community (SRC) yang membina lebih dari 250.000 toko kelontong dengan total omzet mencapai Rp251 triliun per tahun, atau setara 9,46 persen dari PDB ritel nasional 2025.
Untuk memperluas dampak pendampingan, SETC mengembangkan program Collaborator Hub sebagai jejaring penggerak UMKM di tingkat lokal. Saat ini terdapat 30 Collaborator Hub di 17 provinsi yang secara berkelanjutan mendampingi lebih dari 2.300 UMKM, dengan fokus pada pendampingan berbasis praktik dan akses pasar.
Cerita dari Daerah
Salah satu Collaborator Hub asal Balikpapan, Nurul Ahdaniyah, mengembangkan minuman herbal berbasis bawang dayak melalui PT Bungas Food Nusantara sembari menggandeng sepuluh kelompok tani lokal. Ia juga mempelajari skema ekspor ke sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, Nigeria, dan Australia. Sementara itu, Novita dari Kebumen melalui Komunitas Pelepah Berdaya mengolah limbah pelepah pisang menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi, sekaligus memberikan pelatihan keterampilan kepada warga lembaga pemasyarakatan.
Catatan Redaksi. SRC atau Sampoerna Retail Community adalah program kemitraan yang menghubungkan toko kelontong tradisional dengan pemasok dan sistem pencatatan penjualan, berbeda dari minimarket berjejaring yang dikelola langsung oleh satu perusahaan ritel. Istilah PDB ritel sendiri mengacu pada porsi produk domestik bruto yang disumbang sektor perdagangan eceran, sehingga angka itu menggambarkan seberapa besar peran toko kelontong dalam ekonomi ritel nasional secara keseluruhan, bukan ekonomi nasional secara umum.
Sumber: PT HM Sampoerna Tbk.





