
Pada 7 Oktober 2026, genap 25 tahun Narendra Modi memimpin pemerintahan di India, dimulai sebagai Ketua Menteri Gujarat pada 2001 dan berlanjut sebagai Perdana Menteri sejak Mei 2014. Masa jabatan panjang dan tanpa putus ini tergolong jarang di negara demokrasi besar, sebanding dengan kepemimpinan Lee Kuan Yew di Singapura atau Mahathir Mohamad di Malaysia, namun berlangsung di negara berpenduduk 1,4 miliar jiwa dengan sistem pemilu berjenjang di tingkat negara bagian maupun nasional.
Memperluas Pengaruh Global
Selama kepemimpinannya, India memegang Presidensi G20 pada 2022-2023 dengan tema “Satu Bumi, Satu Keluarga, Satu Masa Depan”, yang ditandai masuknya Uni Afrika sebagai anggota tetap forum tersebut. India juga mengembangkan konsep keamanan maritim dari SAGAR menjadi MAHASAGAR, memperkuat kerja sama dengan negara-negara di Indo-Pasifik, termasuk Indonesia yang menjalin Kemitraan Strategis Komprehensif dengan New Delhi sejak 2018.
Di bidang teknologi, infrastruktur digital India seperti Unified Payments Interface (UPI) disebut memproses hampir separuh volume transaksi pembayaran real-time dunia, menjadi rujukan bagi sistem pembayaran digital di berbagai negara, termasuk standar QRIS di Indonesia. India juga merambah sektor mineral kritis melalui kesepakatan dengan Argentina, Australia, dan Cile, sejalan dengan kebutuhan Indonesia sebagai penambang nikel terbesar dunia yang mencari mitra investasi hilirisasi.
Iklim, Kesehatan, dan Diplomasi Bencana
Pada sektor iklim, India mencatat porsi energi non-fosil mencapai 50 persen dari total kapasitas listrik terpasang pada 2025, lebih cepat lima tahun dari target. Di bidang kesehatan, diplomasi vaksin Covid-19 dan penetapan Hari Yoga Internasional oleh PBB turut mengangkat citra India di forum multilateral. India juga kerap menjadi negara pertama yang mengirim bantuan saat bencana melanda negara mitra, termasuk pengiriman bantuan Angkatan Laut India ke Sulawesi Tengah pascagempa dan tsunami 2018.
Pengamat menilai pencapaian 25 tahun ini tidak lepas dari stabilitas politik domestik India, di mana basis pemilih terus berubah mengikuti pergeseran demografi, sementara tatanan ekonomi global mengalami berbagai gejolak seperti pandemi dan perang. Modi juga dicatat tidak pernah terseret tuduhan korupsi pribadi yang terbukti maupun upaya membangun dinasti politik, suatu pengecualian di tengah budaya politik yang umumnya diwarnai suksesi keluarga.
Sumber: Kedutaan Besar India di Jakarta (Embassy of India Jakarta).





