Dana Darurat Freelancer Berapa? Ini Patokan 3-6 Kali Pengeluaran

Dana Darurat Freelancer Berapa? Ini Patokan 3-6 Kali Pengeluaran
Ilustrasi (AI)

Fleksibilitas menjadi daya tarik utama bekerja sebagai freelancer, namun penghasilan yang tidak tetap setiap bulan menuntut pengelolaan keuangan yang lebih cermat. Ada bulan dengan banyak proyek, tetapi ada pula masa sepi order. Karena itu, uang yang sedang tidak terpakai sebaiknya diarahkan dulu untuk membangun dana darurat, sebelum dipakai untuk kebutuhan lain.

Berapa Besaran Dana Darurat yang Ideal?

Tidak ada nominal tunggal yang cocok untuk semua orang karena kebutuhan setiap freelancer berbeda. Salah satu acuan yang umum dipakai adalah dana darurat sebesar 3 sampai 6 kali pengeluaran bulanan, bukan dihitung dari penghasilan. Misalnya, freelancer dengan pengeluaran rutin Rp5 juta per bulan bisa menargetkan dana darurat sekitar Rp15 juta hingga Rp30 juta.

Bacaan Lainnya

Karena penghasilan freelancer cenderung fluktuatif, perhitungan berbasis gaji atau persentase tetap dari pemasukan dianggap kurang relevan. Cara yang lebih realistis adalah menentukan jumlah yang bisa disisihkan secara konsisten dari setiap pemasukan, lalu disesuaikan dengan kondisi cash flow dan jumlah proyek yang sedang berjalan.

Pisahkan Uang Operasional dan Dana Darurat

Salah satu kesalahan umum freelancer adalah mencampurkan uang proyek dengan kebutuhan pribadi. Idealnya, keuangan dipisah menjadi tiga pos: uang operasional untuk kebutuhan kerja seperti perangkat atau transportasi, uang untuk kebutuhan rutin sehari-hari, dan dana darurat yang khusus disiapkan untuk kondisi tak terduga serta tidak disentuh untuk pengeluaran rutin.

Setelah Dana Darurat Terkumpul, Lalu Apa?

Jika target dana darurat sudah tercapai, dana yang belum dibutuhkan dalam waktu dekat bisa dipertimbangkan untuk ditempatkan di produk simpanan, asalkan sebagian tetap disimpan di tempat yang mudah dicairkan. PT Bank Neo Commerce Tbk menawarkan opsi Deposito FLEXI di aplikasi neobank dengan minimum penempatan Rp100.000 dan bisa dicairkan sebelum jatuh tempo tanpa penalti pokok, meski bunga berjalan yang diterima mengikuti ketentuan produk. Perusahaan mengingatkan nasabah untuk membaca Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) sebelum membuka deposito, serta memperhatikan tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang berlaku 3,75% per tahun hingga 31 Januari 2027.

Catatan Redaksi. Patokan 3 sampai 6 kali pengeluaran dipakai karena arus kas freelancer tidak teratur, sehingga dana darurat dihitung dari biaya hidup yang pasti dikeluarkan, bukan dari penghasilan yang naik turun. Soal penjaminan LPS, bunga 3,75 persen per tahun itu adalah batas maksimal suku bunga yang dijamin, bukan suku bunga deposito itu sendiri, jadi simpanan dengan bunga di atas ambang itu kehilangan status dijamin penuh oleh LPS bila bank bermasalah.

Sumber: PT Bank Neo Commerce Tbk.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan