
Pergerakan pasangan mata uang USDJPY masih menjadi perhatian pelaku pasar setelah yen bertahan di level lemah terhadap dolar Amerika Serikat. Reuters mencatat dolar berada di sekitar 157,34 yen pada 30 September 2026, dengan tren kenaikan bulanan yang masih berlanjut.
Analisis Teknikal
Menurut analisis PT Dupoin Futures Indonesia, pergerakan USDJPY pada timeframe H4 menunjukkan potensi penguatan setelah harga mengalami rejection di zona support 156.918–156.341. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai rejection tersebut sebagai sinyal bahwa tekanan jual belum cukup kuat untuk menembus area support, sehingga membuka peluang pembentukan pola kenaikan menuju zona resistance 159.034–159.791. Selama harga bertahan di atas level support tersebut, skenario penguatan dinilai masih terbuka, meski penembusan ke bawah support dapat membuat skenario bullish perlu dievaluasi ulang.
Baca juga:
Faktor Fundamental
Dari sisi fundamental, USDJPY masih mendapat dukungan dari perbedaan kebijakan moneter antara Amerika Serikat dan Jepang, termasuk imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun yang berada di atas 5% dan mencatat kenaikan signifikan sepanjang September. Di sisi lain, data inflasi PCE AS yang lebih rendah dari perkiraan membuat probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober turun menjadi sekitar 37%, dari sebelumnya sekitar 70% sepekan sebelumnya.
Dupoin Futures juga menyoroti sejumlah faktor yang berpotensi menahan pelemahan yen lebih lanjut, antara lain ekspektasi arah kebijakan Bank of Japan yang bisa menyempitkan selisih imbal hasil AS-Jepang, serta risiko intervensi otoritas Jepang apabila yen kembali melemah tajam. Dupoin Futures menyarankan pelaku pasar memantau yield Treasury AS, kebijakan The Fed, ekspektasi suku bunga BOJ, data ekonomi Jepang, dan risiko intervensi karena faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi volatilitas USDJPY ke depan.
Sumber: PT Dupoin Futures Indonesia.





