
Nvidia mengejutkan pasar setelah mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback senilai US$150 miliar pada Senin, 28 September 2026. Nilai ini disebut perusahaan sebagai penambahan otorisasi buyback terbesar dalam sejarahnya, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang Apple sebesar US$110 miliar pada 2024.
Dengan tambahan tersebut, total dana yang tersedia dalam program pembelian kembali saham Nvidia kini mencapai US$235 miliar. Perusahaan berencana menggunakan otorisasi ini hingga tahun fiskal 2028, seiring keyakinannya terhadap prospek jangka panjang industri kecerdasan buatan (AI).
Sinyal Keyakinan di Tengah Booming AI
CEO Nvidia Jensen Huang menyebut pertumbuhan perusahaan didorong oleh pergeseran besar menuju AIaccelerated computing. Menurutnya, kemampuan Nvidia menghasilkan kas memberi ruang untuk terus berinvestasi sekaligus mengembalikan modal kepada pemegang saham. Saham Nvidia sendiri telah naik lebih dari 20% sepanjang 2026 dan langsung merespons positif pengumuman ini dengan kenaikan lebih dari 2% di perdagangan awal.
Nvidia juga memberikan panduan pertumbuhan pendapatan sekitar 70% untuk tahun fiskal 2028, jauh di atas rata-rata perusahaan teknologi besar lainnya. Perusahaan disebut memiliki sekitar US$22,44 miliar kas pada akhir Juli lalu, ditopang arus kas kuat dari bisnis chip AI.
Risiko yang Tetap Perlu Diwaspadai
Meski prospeknya kuat, sejumlah risiko tetap membayangi industri AI, termasuk potensi perlambatan belanja modal perusahaan cloud serta persaingan yang makin ketat dari AMD dan pemain chip lain. Nvidia juga memperkirakan margin kotornya dapat turun dari sekitar 75% menjadi 71-72% pada kuartal keempat tahun fiskal 2027 akibat kenaikan biaya memori. Analis menilai buyback jumbo ini tetap menjadi sinyal penting bahwa manajemen Nvidia memandang valuasi sahamnya masih menarik dibandingkan prospek pertumbuhan ke depan.
Sumber: Nvidia.





