BINUS Crypto Week 2026: FLOQ dan Crypstock Bahas Masa Depan Kripto

BINUS Crypto Week 2026: FLOQ dan Crypstock Bahas Masa Depan Kripto

Industri kripto dinilai semakin tidak bisa dipahami hanya lewat pergerakan harga. Seiring pasar yang makin matang, pemahaman soal risiko, strategi investasi, hingga peran teknologi blockchain dalam sistem keuangan dianggap menjadi bekal penting, terutama bagi investor pemula.

Isu tersebut mengemuka dalam sesi diskusi bertajuk “Crypto for Beginners: Exploring the Future of Finance” pada rangkaian BINUS Crypto Week 2026 di Jakarta, akhir September 2026. Sesi ini menghadirkan Founder Crypstock, Andy Lynn, dan CEO sekaligus Founder FLOQ, Yudhono Rawis.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Pemula Diajak Pahami Pasar, Bukan Buru-buru Cari Cuan

Andy Lynn, yang sudah aktif di pasar kripto sejak 2017, menyoroti pentingnya membangun fondasi pemahaman sebelum terjun berinvestasi. Menurutnya, tantangan utama investor baru bukan soal memilih aset yang berpotensi naik, melainkan memahami cara kerja pasar itu sendiri.

“Buat yang baru masuk kripto, jangan mulai dari pertanyaan coin apa yang harus dibeli, tapi mulai dari memahami market-nya dulu. Pelajari risikonya, kenali karakter asetnya, lalu bangun strategi yang sesuai dengan profil masing-masing,” kata Andy. Ia menambahkan bahwa derasnya arus informasi di dunia kripto membuat kemampuan menyaring berita menjadi krusial agar keputusan investasi tidak sekadar mengikuti tren.

Arah Baru: Regulasi dan Tokenisasi Jadi Katalis

Sementara itu, Yudhono Rawis melihat peluang pertumbuhan kripto masih terbuka karena kapitalisasi pasarnya masih jauh lebih kecil dibanding pasar keuangan tradisional. Namun ia menegaskan pola pertumbuhan ke depan tidak akan lagi didominasi narasi “cepat kaya” seperti siklus-siklus sebelumnya.

“Regulasi justru bisa menjadi katalis. Kita sekarang melihat ETF, crypto payment, sampai tokenisasi mulai berkembang. Ini menunjukkan bahwa kripto perlahan menjadi bagian dari ekosistem keuangan yang lebih besar,” ujar Yudho. Ia menilai tokenisasi aset tradisional lewat teknologi blockchain akan menjadi salah satu pendorong utama fase pertumbuhan industri berikutnya.

Kedua pembicara sepakat bahwa masa depan kripto membutuhkan pendekatan investor yang lebih matang dan berorientasi jangka panjang, alih-alih sekadar mengejar tren sesaat.

Sumber: FLOQ.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan