
Perusahaan teknologi geospasial MAPID menggelar MAPID Catalyst 2026 bertema “Maps That Think” pada 23-24 September 2026 di Jakarta. Acara ini didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang berperan sebagai pembina MAPID WebGIS Competition 2026. Selama dua hari, kegiatan ini mempertemukan talenta muda, akademisi, pelaku industri, dan pemerintah untuk membahas peran data lokasi dalam pengambilan keputusan.
Final WebGIS Competition Terbesar
Hari pertama berlangsung di BINUS University Kampus Anggrek sebagai final MAPID WebGIS Competition 2026 bertema “Mass Transportation Edition”. Kompetisi ini diikuti 175 tim dari 71 perguruan tinggi di 57 kota, tiga kali lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Dari 135 proposal yang masuk, terpilih 10 tim finalis yang mempresentasikan solusinya di hadapan dewan juri dari unsur asosiasi transportasi, industri, dan MAPID sendiri.
Head of Business MAPID, Muhammad Alhadiansyah, menyebut WebGIS interaktif kini menjadi alat penting dalam pengambilan keputusan bisnis karena data lokasi dapat diolah menjadi informasi yang benar-benar bermanfaat bagi industri.
Perkenalan Geo Studio dan Geo Intelligence
Hari kedua berlangsung di Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman, dengan sambutan dari Kementerian Komunikasi dan Digital serta sesi keynote dari perwakilan PT KAI, PT Datascrip, KARLO, dan BINUS University. Pada sesi ini, jajaran pimpinan MAPID memperkenalkan dua pendekatan baru dalam ekosistemnya: Geo Studio untuk membangun solusi geospasial sesuai kebutuhan organisasi, dan Geo Intelligence untuk menghasilkan insight spasial yang mendukung pengambilan keputusan strategis.
Dalam sesi panel “Perspectives from Visionary Leaders” yang dimoderatori Founder & CEO MAPID Bagus Imam Darmawan, dibahas penerapan teknologi geospasial dari sudut pandang pemerintah, BUMN, swasta, dan akademisi. MAPID Catalyst Awards juga diberikan kepada Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Direktur Pengembangan Bisnis PT Suri Nusantara Jaya Group, dan Vice President of Digital Business PT Kereta Api Indonesia (Persero) atas kontribusinya mendorong pemanfaatan teknologi geospasial di Indonesia.
Acara ditutup dengan pengumuman pemenang MAPID WebGIS Competition 2026: Juara 1 diraih tim gabungan ITB, UGM, dan Undip; Juara 2 oleh tim dari ITB; Juara 3 dan Juara Favorit oleh dua tim dari BINUS University. MAPID Catalyst pertama kali digelar pada Maret 2024 di Universitas Pendidikan Indonesia dengan lebih dari 100 mahasiswa, dan sejak itu terus berkembang menjadi ajang tahunan yang menghubungkan komunitas, akademisi, industri, dan pemerintah dalam ekosistem geospasial nasional.
Catatan Redaksi. WebGIS adalah sistem informasi geografis yang berjalan lewat peramban internet, memetakan data seperti rute, kepadatan penumpang, atau kondisi infrastruktur ke dalam peta digital interaktif tanpa perlu perangkat lunak khusus. Karena data lokasi bisa dianalisis untuk melihat pola, misalnya jalur mana yang paling padat atau area mana yang butuh perbaikan, teknologi ini banyak dipakai sektor transportasi dan pemerintahan untuk mendukung keputusan berbasis kondisi riil di lapangan.
Sumber: MAPID.





