
Otoritas pasar modal Amerika Serikat, Securities and Exchange Commission (SEC), memberikan jalur regulasi sementara dan bersyarat bagi sejumlah venue perdagangan untuk memfasilitasi jual beli saham National Market System (NMS) yang ditokenisasi. Kebijakan berupa temporary, conditional exemptive relief selama lima tahun itu diumumkan pada 17 September 2026.
Dalam ketentuan tersebut, saham yang ditokenisasi wajib memberikan hak dan keistimewaan yang setara dengan saham tradisional dari kelas yang sama. Jika tokenisasi dilakukan pihak ketiga yang tak berafiliasi dengan perusahaan penerbit, venue terkait harus memberi tahu penerbit saham dan membuka ruang bagi keberatan.
Pasar Tokenized Stocks Terus Tumbuh
Berdasarkan data RWA.xyz per 16 September 2026, nilai distribusi tokenized stocks secara global mencapai sekitar US$2,92 miliar dengan 3,63 juta pemegang dan 1,99 juta alamat aktif. Adapun laporan RWA Report 2026 dari CoinGecko Research mencatat kapitalisasi pasar tokenized stocks sebesar US$486,69 juta pada akhir Maret 2026, dengan volume perdagangan spot mencapai US$15,12 miliar sepanjang kuartal pertama 2026.
Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga tengah menyiapkan Rancangan Peraturan OJK tentang Penawaran Aset Ditokenisasi atau tokenisasi Real World Asset (RWA), sebagaimana disampaikan dalam siaran pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan April 2026. Aturan ini akan mencakup kriteria aset yang bisa ditokenisasi, tata cara penawaran, proses perizinan, hingga pelindungan konsumen, sebagai tindak lanjut dari kelulusan peserta Sandbox OJK di bidang tokenisasi RWA.
Platform aset kripto Bittime, yang berstatus Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) di bawah pengawasan OJK, menyatakan terus mencermati perkembangan ini. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan pihaknya mengedepankan kepatuhan, edukasi, dan pemahaman risiko dalam mengikuti tren tokenisasi aset global. Bittime mencatat transaksi Tokenized U.S. Stocks di platformnya naik 2,5 kali lipat pada Juli 2026 dibandingkan Juni 2026, dengan total 34 aset tersedia seperti MSTRX, CRCLX, TSLAX, NVDAX, dan SPYX.
Bittime mengingatkan bahwa tokenized stocks tetap mengandung risiko, termasuk fluktuasi nilai aset acuan, likuiditas, struktur penerbitan dan kustodian, serta risiko pasar dan teknologi, sehingga pengguna perlu memahami karakteristik produk sebelum bertransaksi.
Sumber: Bittime.





