Bantuan Karhutla Pontianak: PTPN IV Regional V Salurkan 100 Paket

Bantuan Karhutla Pontianak: PTPN IV Regional V Salurkan 100 Paket
Ilustrasi (AI)

PTPN IV Regional V, bagian dari Holding Perkebunan Nusantara, menyalurkan 100 paket bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pontianak, Kalimantan Barat, pada Kamis (3/9/2026). Bantuan ini diberikan untuk meringankan beban warga yang kesehatan dan aktivitasnya terganggu akibat paparan asap.

Diserahkan Langsung oleh Manajemen

Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh jajaran Regional Management PTPN IV Regional V, yang turun ke lokasi untuk menyerahkan paket sekaligus berdialog dengan warga terdampak. Kehadiran manajemen secara langsung dimaksudkan agar bantuan benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan.

Bacaan Lainnya

Region Head PTPN IV Regional V, Sudarma Bhakti Lessan, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak karhutla. Ia menegaskan bahwa kehadiran perusahaan di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan lewat kegiatan operasional, tetapi juga lewat kontribusi nyata saat warga membutuhkan dukungan.

Dampak Karhutla bagi Warga

Kabut asap akibat karhutla tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan dan aktivitas harian warga di wilayah terdampak. Dalam situasi tersebut, dukungan dari berbagai pihak dinilai penting untuk membantu masyarakat bertahan menghadapi kondisi darurat.

Melalui penyaluran 100 paket bantuan ini, PTPN IV Regional V berharap dapat meringankan kebutuhan warga sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah kondisi darurat karhutla. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen PTPN Group untuk terus berkontribusi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Catatan Redaksi. Karhutla di Kalimantan biasanya terjadi di lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan karena api dapat menjalar di bawah permukaan tanah. Asap yang dihasilkan mengandung partikel halus (PM2.5) yang bisa masuk ke saluran pernapasan, sehingga daerah terdampak sering mengalami peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan saat musim kemarau panjang.

Sumber: PTPN IV Regional V (Holding Perkebunan Nusantara).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan