
PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 89% secara year-on-year hingga Juli 2026. Perseroan menyebut capaian ini sebagai hasil dari strategi menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas pembiayaan, efisiensi operasional, dan pengelolaan risiko.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan pertumbuhan laba tersebut menunjukkan bahwa strategi perusahaan berjalan pada arah yang positif. Menurutnya, perseroan terus berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kehati-hatian dalam pengelolaan portofolio agar pertumbuhan yang dicapai memberi nilai jangka panjang.
Baca juga:
- Pembiayaan Investasi BRI Finance Tumbuh 46,85% Semester I 2026
- BRI Finance Cetak Laba Naik 91,2% di Semester I 2026
Diversifikasi Portofolio dan Efisiensi Pendanaan
Di tengah dinamika industri pembiayaan, BRI Finance melakukan diversifikasi portofolio serta mengembangkan segmen pembiayaan secara selektif untuk memperluas sumber pertumbuhan sekaligus menjaga kualitas aset. Perseroan juga mencermati pergerakan biaya dana dengan mengoptimalkan struktur pendanaan, memperkuat sinergi dalam ekosistem BRI Group, serta menerapkan strategi pricing yang prudent.
Aditia menambahkan, setiap dinamika pasar membutuhkan respons yang terukur. Karena itu, perusahaan terus memperkuat fundamental bisnis melalui pengelolaan pendanaan yang optimal serta peningkatan efisiensi di berbagai lini operasional.
Memasuki sisa tahun 2026, BRI Finance berencana melanjutkan strategi pertumbuhan yang berorientasi pada kualitas, termasuk memperkuat sinergi dengan ekosistem BRI Group dan mengembangkan pembiayaan produktif seperti pembiayaan investasi dan modal kerja. Perseroan menyatakan optimistis dapat menjaga momentum kinerja positif sembari memperkuat fondasi bisnis untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.
Catatan Redaksi. Biaya dana adalah beban bunga yang dibayar perusahaan pembiayaan untuk memperoleh sumber pendanaan, baik dari pinjaman bank maupun penerbitan surat utang, sehingga makin efisien struktur pendanaannya, makin lebar margin yang bisa dijaga. Sinergi ekosistem BRI Group biasanya berarti akses ke jaringan nasabah dan pendanaan induk usaha, sementara pembiayaan produktif seperti modal kerja dan investasi ditujukan untuk kegiatan usaha, berbeda dari pembiayaan konsumtif yang menyasar kebutuhan pribadi peminjam.
Sumber: PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance).





