
Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) menggelar pertemuan trilateral bersama Australian Federal Police (AFP) dan Polícia Nacional de Timor-Leste (PNTL) di Kupang, Kamis (7/8/2026). Pertemuan ini digelar untuk memperkuat kerja sama tiga negara dalam menghadapi ancaman kejahatan lintas batas yang dinilai semakin kompleks.
Posisi NTT yang berbatasan langsung dengan Timor-Leste sekaligus berada di jalur strategis menuju Australia membuat pengamanan kawasan perbatasan tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu negara. Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko, menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengawasan wilayah, pertukaran informasi intelijen, dan penanganan kejahatan transnasional.
Bantuan Sarana Operasional
Delegasi AFP yang dipimpin Federal Agent Chad Aston, serta delegasi PNTL yang dipimpin Chief Superintendent Calisto Gonzaga, turut hadir dalam pertemuan tersebut. Sebagai bentuk dukungan nyata, AFP menyerahkan bantuan sarana operasional kepada Polda NTT berupa sepeda motor, laptop, printer, dan teropong untuk meningkatkan mobilitas dan efektivitas patroli di kawasan perbatasan.
Usai seremoni pembukaan, ketiga delegasi melanjutkan rapat teknis membahas mekanisme pertukaran informasi intelijen serta langkah operasional bersama. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menyebut pertemuan ini sebagai bukti komitmen Polda NTT membangun kolaborasi internasional demi melindungi masyarakat di wilayah perbatasan.
Catatan Redaksi. AFP adalah kepolisian federal Australia yang lazim menjalin kerja sama lintas negara untuk kejahatan transnasional seperti perdagangan manusia dan narkoba, sementara PNTL adalah kepolisian nasional Timor Leste. Pertemuan trilateral semacam ini umum di kawasan perbatasan yang berdekatan dengan dua negara berbeda, karena pelaku kejahatan lintas batas kerap memanfaatkan celah yurisdiksi antarnegara sehingga pengawasan satu pihak saja mudah dielakkan.
Sumber: Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT).





