Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UKDW Memfasilitasi Proses Peninjauan Visi –Misi Institusi Pendidikan Krista Gracia di Klaten

0 26

Yogyakarta, 04 Mei 2018 – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW)
Yogyakarta memfasilitasi peninjauan visi-misi- tujuan-strategi kelompok sekolah Krista Gracia di
Klaten, Jawa Tengah, dalam 3 pertemuan yang berakhir Rabu, tanggal 2 Mei 2018.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan kerjasama antara kedua belah pihak yang sebelumnya
hanya berupa penyelenggaraan pelatihan metode pembelajaran oleh Mega Wati yang merupakan
dosen di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UKDW. Sebagai dosen Bahasa Inggris yang juga mendalami
manajemen pendidikan, beliau ditunjuk oleh Paulus Widiatmoko selaku Ketua Prodi PBI untuk
menjadi pendamping dalam proses peninjauan visi-misi Krista Gracia. Ini adalah sumbangsih Prodi
yang memahami betapa pentingnya visi dan misi bagi sebuah institusi.
Sebagai institusi pendidikan, Krista Gracia bukanlah institusi baru melainkan peleburan dari
Kelompok Bermain (KB) Krista Ceria, Taman Kanak-kanak (TK) Kridawita, Sekolah Dasar (SD) Kristen
3, dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kristen 1 yang dua di antaranya telah ada di Klaten sejak
tahun 1960an. “Penyatuan yang akan diresmikan pada tanggal 18 Mei 2018 nanti tentulah
merupakan momentum yang tepat untuk merumuskan ulang visi, misi, tujuan dan strategi yang
baru”, demikian penjelasan Komardianto selaku Ketua Pengurus.
Tim Perumus yang diketuai oleh Tutik Suharyani telah menyusun rumusan Visi, 9 Misi, 9
Tujuan dan 9 strategi . Rumusan inilah yang ditinjau bersama Mega Wati dari Prodi Pendidikan
Bahasa Inggris. Program yang berlangsung selama 3 pertemuan sejak pada tanggal 20 dan 27 April
serta berakhir pada tanggal 2 Mei 2018 kemarin dimulai dengan penyamaan persepsi antara
Pendamping dan Tim Perumus sehubungan dengan proses pendampingan yang dipilih. Pendamping
akan memberikan ulasan tentang yang telah dirumuskan oleh Tim Perumus lalu membimbing Tim
untuk mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki. Proses ini diyakini bersama akan lebih
memberdayakan dan memastikan rasa memiliki terhadap Visi Misi yang ditinjau ini.
Dari tinjauan Pendamping, Tim telah memiliki pemahaman yang tepat tentang pengertian
visi dan misi, namun pengertian tujuan dan strategi masih agak rancu. Rumusan Visi mengandung
karakteristik ideal yang sudah terlalu spesifik, sehingga terasa seperti strategi pelaksanaan misi. Core
Values (nilai keutamaan institusi) yang berjumlah 9 dianggap terlalu banyak.
Karenanya, sebagai langkah awal untuk pemeriksaan kesesuaian dan keterkaitan antara Visi,
Misi, Tujuan dan Strategi, pendamping menawarkan template tabel untuk memuat semuanya dalam
satu area overview yang fasilitatif untuk tujuan ini. Melalui diskusi dalam kelompok kecil dan besar,
Misi dan Tujuan serta strategi dapat dicermati ulang, dipilah, dipindahkan, dan dikombinasikan
sehingga ketiga hal itu dapat diperbaiki tanpa menghilangkan esensi yang telah diproses lama oleh
Tim Perumus. Ini sungguh merupakan hasil yang membahagiakan Tim dan Pendamping, karena
perubahan dan perbaikan ini dilakukan oleh Tim, bukan dibuatkan oleh Pembimbing. Pada akhir
pertemuan kedua, Tim dapat menghasilkan 3 misi, 4 tujuan, dan 15 strategi yang sudah dapat
terkonfirmasi kesesuaian dan keterkaitannya. Meskipun demikian, Tim masih menemukan kesulitan
mengubah rumusan visi.

Pada pertemuan terakhir, Pendamping memulai proses perumusan ulang Visi dengan
mengajak Tim melihat rumusan lama untuk mendapati bahwa ciri-ciri institusi pendidikan yang
tertulis dalam visi telah dipindahkan ke dalam rumusan misi, tujuan atau strategi. Diperlukan
karakteristik sekolah yang lebih besar untuk memayungi semuanya itu. Diskusi kelompok kecil
dilakukan untuk mengusulkan kualitas atau karakteristik institusi pendidikan yang diimpikan atau
yang ingin dicapai dengan misi, tujuan, dan strategi yg telah terumuskan itu.
Setelah Tim dapat membuat 2 rumusan tentatif tentag institusi pendidikan yang mereka
cita-citakan, Tim dibimbing untuk mengidentifikasi kata kunci dalam rumusan tersebut yang harus
dijelaskan. Setelah itu, dilakukan kroscek rumusan Visi dari sudut keluasan, kesesuaian dan
keterkaitan dengan misi, tujuan, dan strategi yang telah terumuskan ulang pada pertemuan
sebelumnya. Selain itu, disepakati oleh semua bahwa 9 core values tetap, karena telah diacu dan
dikelola melalui kurikulum pendidikan karakter dan Mars Krista Gracia. Ketika dilakukan kroscek
dengan ciri-ciri institusi pendidikan yang tercantum dalam Visi, didapati bahwa 9 core values ini
terpayungi oleh kata sifat dalam Visi. Selanjutnya Tim Perumus merencanakan sosialisasi 2 rumusan
tentatif Visi yang dihasilkan itu pada setiap unit pendidikan untuk dipilih.
Pendampingan berjalan dengan baik karena kematangan peserta yang menjadi Tim Perumus
serta dirasa sangat memuaskan karena ini semua adalah hasil kerja dan pemikiran Tim Perumus.
Pendamping hanya mengusulkan 1 karakteristik institusi dan ternyata istilah ini terdapat pada
himne Krista Gracia yang telah diciptakan.

English English Indonesian Indonesian