Ada “Nakama” di Balik Tokopedia

80

Jakarta, 21 Desember 2017 – Sebagai perusahaan teknologi, Tokopedia percaya bahwa sumber daya manusia adalah unsur penting dalam perkembangannya. Mendekati akhir tahun 2017, sebagian besar masyarakat pasti mulai membuat resolusi, dan pekerjaan mungkin menjadi salah satu dalam daftarnya. Menyadari bahwa pekerjaan menjadi sebuah keputusan penting dalam hidup seseorang, Tokopedia, perusahaan marketplace terbesar di Indonesia selalu berupaya untuk menghadirkan suasana bekerja yang menyenangkan dan dapat menjawab resolusi bagi kurang lebih 1.800 karyawan Tokopedia yang disebut sebagai Nakama.

Saat ini, jumlah Nakama Tokopedia telah bertambah lebih dari 1.000 orang dalam 12 bulan terakhir. Dari total sekitar 1.800 orang saat ini, 40% dari Nakama merupakan karyawan perempuan dengan 4 perempuan yang merupakan engineer di Tokopedia. Saat ini tercatat bahwa 80% Nakama merupakan generasi millennial.

Nakama sendiri diambil dari bahasa Jepang yang artinya teman yang memiliki hubungan layaknya keluarga, saling mendukung dalam keadaan apapun dengan memberikan semangat untuk berusaha meraih impian bersama-sama. Semangat inilah yang selalu ditanamkan bagi setiap Nakama di Tokopedia. Semangat kekeluargaan dan berbagi visi misi yang sama, untuk mewujudkan pemerataan ekonomi secara digital, merupakan dua semangat yang mendasari dan menjadi identitas dari para Nakama Tokopedia.

Focus on Consumer, Growth Mindset dan Make it Happen-Make it Better adalah 3 DNA yang tidak pernah terlepas dalam diri Nakama. Dengan filosofi open door, Tokopedia menyadari bahwa setiap Nakama punya ciri yang berbeda namun mampu berjuang dan bekerja dengan satu fokus yang sama. Melalui keberagaman tersebut, berbagai inovasi dapat dihadirkan Nakama.

Untuk menanamkan kedua semangat ini sejak dini, proses orientasi merupakan hal yang sangat penting bagi para Nakama baru Tokopedia. Pramesti Tyas Wibawanti, Head of People dari Tokopedia menjelaskan bahwa, “Sebelum mulai melebur dalam dunia kerja di divisinya, para Nakama baru akan mengikuti kegiatan orientasi di minggu pertama bekerjanya yang kami namakan Nakama Academy. Melalui kegiatan ini, Nakama juga diajak untuk tahu lebih dalam mengenai misi Tokopedia.”

Selain Nakama Academy, untuk menanamkan semangat kekeluargaan secara lebih mendalam, Tokopedia juga secara rutin menggelar program-program, seperti misalnya Nakama Buddy dimana Tokopedia akan menunjuk karyawan yang lebih senior untuk mendampingi Nakama baru dalam proses adaptasi. Masing-masing Nakama baru memilki satu buddy atau pendamping. Pendampingan ini pun meliputi banyak hal, mulai dari pengenalan budaya perusahaan secara general, sampai hal-hal kecil seperti menemani makan siang. Selain program-program seperti ini, semangat kekeluargaan dari para Nakama Tokopedia ini juga tercermin dari berbagai hal lain, seperti misalnya tidak adanya sekat antar meja, bahkan dengan para petinggi manajemen perusahaan.

Senada dengan semangat generasi millennials yang menginginkan tempat bekerja yang memberikan arti, semangat, dan budaya perusahaan yang baik[1], Tokopedia percaya tidak cukup hanya mampu secara skill, tetapi harus juga memiliki rasa bangga dan memiliki terhadap perusahaan tersebut dan peduli pada misi perusahaan. Hal ini juga terefleksikan dengan alasan bergabung para Nakama, berdasarkan survei internal Tokopedia yang dilaksanakan pada bulan November 2017 terhadap seluruh karyawan Tokopedia. Survei ini memaparkan bahwa 32% dari para Nakama yang disurvei menyatakan ‘rasa suka dan bangga terhadap Tokopedia’ menjadi alasan utama bergabung, diikuti dengan ‘mencari pengalaman dan arti hidup’ sebanyak 20%, ‘berkontribusi untuk Indonesia’ sebanyak 18%, dan ‘lingkungan kerja yang berbeda dan berjiwa muda’ sebanyak 10%.

Faktanya, 94% generasi millennials juga ingin menggunakan kemampuannya untuk kegiatan sosial[2]. Di Tokopedia, Nakama juga diajak untuk menyumbangkan 1% waktu kerjanya dalam aksi sosial sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing melalui program Nakama Beraksi. Dalam Nakama Beraksi yang terakhir, Nakama hadir untuk mengedukasi anak-anak tentang penggunaan teknologi.

Tyas menambahkan bahwa sebagai perusahaan teknologi, Tokopedia percaya bahwa sumber daya manusia menjadi unsur penting dalam perkembangannya. “Salah satu hal yang membuat kami bangga adalah, sebagian besar Nakama yang mengikuti perjalanan Tokopedia dari awal berdiri, masih tetap setia dan percaya dengan semangat Tokopedia dan mengembangkan Tokopedia lebih baik lagi setiap tahunnya. Resolusi kami setiap tahunnya adalah menjadi tempat bekerja terbaik bagi Nakama dan semua orang. Apabila dari dalam kuat, kami yakin dapat memberikan yang terbaik bagi seluruh pengguna kami.” Sejak delapan tahun yang lalu, perkembangan Tokopedia juga tidak lepas dari kerja keras dan semangat bambu runcing Nakama yang bekerja di balik ‘dapur’ Tokopedia.

Tentang Tokopedia

Tokopedia merupakan perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia yang memungkinkan siapa saja membuka dan mengelola toko online-nya secara mudah dan gratis, sekaligus pengalaman belanja online yang lebih aman dan nyaman. Sudah ada jutaan merchant yang berhasil menciptakan peluangnya dimulai dari Tokopedia. Setiap bulan mereka menghasilkan triliunan rupiah lewat puluhan juta produk yang siap dibeli dengan harga terbaik dan transparan. Kini Tokopedia juga memungkinkan pengguna menemukan produk kebutuhan sehari-hari, mulai dari pulsa, paket data, listrik dan air. Pembayaran telepon, BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan, televisi berbayar, hingga berdonasi pun sekarang bisa dimulai dari Tokopedia. Menurut SimilarWeb, Tokopedia merupakan satu-satunya situs lokal dalam daftar 10 besar situs paling sering dikunjungi di Indonesia. Data dari AppAnnie juga menunjukkan aplikasi Tokopedia merupakan aplikasi jual beli online yang paling sering dipakai di Indonesia dengan jumlah pemakai aktif dua kali lipat dibandingkan pilihan lainnya.